dingin banget malam itu, aspal terlihat masih basah sehabis diguyur oleh hujan beberapa saat yang lalu,..lega rasanya ketika melihat gapura yang berdiri tepat didepan gang menuju kos-kos-anku, terbayang kasur yang akan dengan sukarela menerima berat tubuhku tiap harinya dan ditemani secangkir teh manis panas serta sebungkus rokok  hmm…nikmat!

motor yang ukurannya lebih besar dari tubuhku segera kuparkir tepat didepan rumah induk semang kos ku, belum sempat aku memasuki kamar, teman seperjuanganku dijakarta menanyakan sesuatu kepadaku “ndra liat kompor kita didapur gak?sial!! barusan aku mau bikin kopi eeh sewaktu mau masak air kompornya udah gak ada”.

sambil meletakkan tas dan mengganti pakaian santai, aku menuju kedapur untuk melihat apakah benar kompor satu-satunya kos-kosan lenyap, ternyata memang benar kompor tersebut telah raib!!

kemudian aku dan teman-teman mengadakan rapat dadakan untuk membahas perihal raibnya kompor kesayangan kami ini. bermacam-macam versi cerita bagaimana proses raibnya kompor kesayangan kami ( sok tau banget padahal kami tidak ada ditempat kejadian hilangnya kompor kami)

sampai pada akhirnya salah satu penghuni kos kami berteriak “ya ampunnnn sepatu gue ilanggggg!!!” serentak kami berlarian kedapur, indri nama pemilik sepatu yang hilang terlihat jongkok didekat rak sepatu sambil matanya masih mencari-cari siapa tahu aja sepatunya benar-benar tidak hilang.”yaaa…beneran hilang deh”. tanpa diperintah kami segera mengcheck barang-barang kami yang lain..”aaakhhh barang gue juga ada yang ilang…!!!!”, teriak sala satu penghuni kos yang lain. “emang yang hilang apa?”tanyaku, “tali sepatu gue ilang????!!!” jawabnya. kami semua terheran-heran, yang hilang dikos kami adalah sepasang sepatu,sepasang tali sepatu, 1 buah kompor butut, lalu kami melakukan rembukan bersama kembali…

diambil kesimpulan bahwa yang melakukan semua kejahatan ini adalah orang yang tidak punya (miskin) dan kami semua  pun mengikhlaskan barang-barang yang hilang tersebut.

tapi tak habis pikir juga, kenapa yang di ambil hanya barang-barang yang “tidak berharga” padahal di dapur tersebut banyak sekali sepatu-sepatu penghuni kos dan jemuran baju yang hari itu belum sempat di angkat…

Advertisement