Resolusi diri…lagi marak-maraknya bahasan ini di beberapa tabloid majalah remaja, memang moment yg tepat untuk mengulas tentang bagaimana resolusi diri untuk kedepannya. beberapa waktu yang lalu sempat kutanyakan pada seorang kawan melalui YM (yahoo messenger)
” malam taon baru acara-nya apa?” tanyaku,
“makan es krim, nonton dvd, tidur” kurang lebih perkataan kawanku seperti itu.
wah masa malam pergantian tahun cuma segitu aja pikirku (padahal beberapa taun terakhir aku juga tidak ada acara apa-apa di malam tahun baru), teman satu jurusanku sewaktu kuliah dulu memberi kabar akan merencanakan berkumpul dan membuat suatu acara…senang karena malam sakral itu (kata sebagian orang) aku ada acara.
beberapa saat yang lalu juga aku ber YM-an dengan kawanku, dan ternyata ia ada acara sendiri dengan kawan lainnya, dari sini aku mulai berpikir kembali.
Malam tahun baru malam yang dinanti-nanti dan berharga, sebab malam itu adalah malam dimana kita menutup semua hari-hari kita di tahun sebelumnya, malam itu dimana kita menyambut tahun yang sebenrnya akan sama saja dengan tahun-tahun sebelumnya, ya didalamnya ada 30 hari dalam sebulan,7 hari dalam seminggu serta nama-nama hari yang sepengetahuan ku belum berubah nama-namanya.
yang pasti berubah adalah diri kita sendiri (jika mau berubah), dan apabila dipikir-pikir kembali kenapa kita ritual menyambut Tahun baru identik dengan pesta ?atau hura-hura? atau semedi dikamar? atau berdoa? yang jelas itu adalah pilihan masing-masing.
dan itu akan terlihat pencapaiannya ditahun itu nantinya, resolusi/masturbasi?