Jakarta beberapa minggu terakhir ini diguyur hujan, yang kadang terjadi tiap hari secara terus menerus. sejatinya air bisa menjadi penyegar bagi siapa saja, tapi untuk kali ini bukan hanya jakarta saja yang sedih jika terjadi hujan terus menerus. Seperti hal-nya hujan yang menurunkan air dari langit, manusia pun saat ini banyak yang menurunkan air, tapi bukan air berkah, air ini air kesedihan yang turun dari mata dan hati.

Dan akupun tidak melihat pelangi yang mengisi kekosongan langit dari warna lain selain biru dan putih. Padahal pelangi membuat langit begitu berwarna walau hanya muncul sebentar. Tetapi pelangi kali ini enggan menghibur, pelangi merasakan juga kesedihan yang dialami manusia indonesia, pelangi sepertinya ingin digantikan manusia untuk menghibur manusia lainnya. pelangi hanya sebuah warna-warni yang tak dapat disentuh, tetapi pelangi dapat diciptakan, pelangi dapat dibayangkan, pelangi dapat dimimpikan begitu juga dengan kebahagian.

Advertisement