gerimis pagi menemaniku setelah semalaman berduaan dengan seorang temanku yang pernah satu kampus, satu kelas, satu kamar, dan satu nasib, dikantornya kami berbincang-bincang. kenangan masa-masa kuliah menjadi topik pembicaraan, dan yang paling utama untuk dibicarakan adalah tentang wanita. bir bintang zero kuteguk kesekian kalinya, sensasi segar kurasakan ditenggorokan. sudah lama aku tidak menenggak alkohol dan berniat untuk menjauh dulu untuk sekedar membuat kepala ini berputar-putar. temanku ini erpandangan berbeda tentang wanita, maksudnya, temanku ini ingin sekali segera berwanita dan mengarungi hidup untuk bersama-sama merintis dari bawah, maklum umurnya sudah lumayan cukup segera menikah atau setidaknya berpacaran dulu.sedangkan aku, beberapa kali mencoba dan selalu ‘kandas’ ataupun memutuskan sesuatu secara terburu-buru, secara prinsip sebenarnya aku meyakini bahwa wanita adalah ‘batu sandungan’ untuk mencapai segala apa yang kuharapkan. tapi terkadan tergoda, terpancing juga hati ini bila jatuhnya sebuah pilihan.
hujan diluar sebentar reda sebentar deras kembali, panggilan Tuhan terdengar sayup-sayup berbalapan dengan suara hujan. alkohol tidak lagi kuteguk tapi kewajibanku sebagai seorang muslim kutinggalkan saat itu, dan tergoda lagi untuk meninggalkan kewajibanku dipagi buta ini.
matahari mulai menunjukkan kekuasaannya, mata mulai tak bisa dikuasai lagi, hmm,.. pagi itu gerimis pagi menemaniku dalam mengenang obrolan semalam bersama temanku yg pernah satu nasib, satu kota, satu kampus, satu kelas, dan sekarang sama-sama jomblo
December 27, 2007
Advertisement