Tepat pukul 09.00 malam aku keluar dari kantor, dinginnya udara langsung saja menyergapku ketika tangan ini membuka pintu satu-satunya akses menuju keluar kantor. hawa yang kurasakan ini cukup berbeda ketika yang kurasakan sebelumnya. lebih segar dan menyenangkan sensasinya. warna langit sedikit membuatku cemas, seharian tadi hujan mengguyur bumi jakarta, termasuk juga aku ikut terguyur hujan resiko sebagai pengendara motor jika tidak memakai jas hujan.
Padat merayap yang kukhawatirkan ternyata membuat hati ini sedikit lega, walaupun tidak sebegitu lancar seperti yang terjadi disaat hari minggu atau libur, malam ini minimal laju motorku 60km/jam terkadang berjalan perlahan jika melewati beberapa ruas jalan yang rusak. tiba-tiba ketika beberapa puluh meter mendekati trafficlight bagian belakang motorku berjalan terseok-seok,langsung saja aku teliti ban bagian belakang dan ternyata benar dugaanku, Kempes!!!
Mau tak mau kudorong motor ini, berat memang tapi daripada aku harus selamanya dijalan dengan hanya duduk diam berharap ban kembali terisi anginnya dengan sendirinya. mata ini mencari-cari tempat tambal ban yang terdekat, “permisi pak, deket-deket sini tambal ban dimana ya? “ tanyaku pada seorang laki-laki yang sedari tadi kuperhatikan berdiri dan mengawasiku, ” beberapa meter lagi Mas ada tambal ban” jawabnya. lega rasanya setelah tahu kalau ada tempat tambal ban beberapa meter lagi.
“kena paku ya mas? tunggu sebentar ya soalnya masih nambal motor yang lain dulu” kata tukang tambal, dalam hati tertawa kecil mendengar pertanyaan tukang tambal jadi kujawab saja “waduh mas mana saya tau kena paku atau kena apa” setengah jam kemudian baru giliran motorku mulai di utak utik, beberapa batang rokok sudah menhiasi bibirku dan mulai terasa pahit, memang aku kalau kebanyakan merokok mulut terasa pahit. “wah mas, bocornya banyak banget mas! ganti ban dalem aja ya mas?!” info tukang tambal. “mmm,..mending usahain ditambal aja dulu mas, yang penting malam ini saya bisa pulang” jawabku.
Selang beberapa lama tukang tambal meng-infokan kembali ternyata bocor yang dialami ban belakangku parah dan memang harus diganti, menarik napas panjang lalu kuhembuskan, meyakinkan diri sendiri kalau harus mengganti ban padahal budget untuk bulan ini menipis.
Rintik-rintik mengenai ujung hidungku, beberapa saat kemudian jas hujan sudah kukenakan dan jam sudah menunjukkan pukul 11.30 malam. sedikit resah karena sewaktu diawal perjalanan pulang sebelum mengalami insiden kebocoran ban ini, aku sudah membayangkan jika tiba di kos segera kubuat teh hangat ditemani rokok serta menikmati acara tv , sambil berbincang dengan penghuni kos lainnya membicarakan apa saja yang dialami. tapi sekarang, aku malah berada di bawah jembatan raksasa dibangun bukan untuk melintasi sungai, mobil dan motor melintas dibawahnya bukan kapal ataupun perahu.
“sudah selesai mas” info dari tukang tambal, setelah menyelesaikan pembayaran segera saja kupacu sepeda motor, ingin segera rasanya sampai di kos-kosan kemudia berbaring dikasur yang dulunya lumayan empuk sekarang sudah tidak lagi, tiba-tiba bagian belakang motor kembali berjalan terseok seok, aku pun meminggirkan motor untuk menge-cek apa yang terjadi lagi pada motor ini, dan ternyata ban belakangku kembali kempes!!!!!
kudorong motor ini dengan perasaan yang tidak menentu, ada marah, jengkel, bertanya-tanya, sedih. pinggangku serasa mau copot, maklum jarang banget aku dorong-dorong motor apalagi sebagai hobi jadi wajar saja kalo pinggang ini seperti mau lepas. tempat tambal terlihat masih jauh, aku memang berencana kembali ketempat tambal ban yang tadi, kata orang ‘ketagihan’ kalau sudah merasa cocok. keringat mulai mengucur dari kening dan tubuhku, padahal udara cukup membuat tubuh menggigil jika dalam keadaan diam.
Akhirnya sampai juga, tukang tambal yang tadi terkejut dan menanyakan apa yang terjadi, setelah kujelaskan duduk kejadiannya barulah tukang tambal ban mengerti dan segera melakukan tugasnya. aku kembali berada ditempat ini dan serasa dejavu. 01.00 dini hari ban bagian belakangku untuk kedua kalinya selesai terpasang dan siap kukendarai kembali. lega dan bertanya-tanya pada diri sendiri apa yang telah kulakukan sebelum kejadian bocornya ban-ku ini, apa aku melakukan dosa atau ada hikmah dibalik semua ini. hujan yang sedari awal kukhawatirkan ternyata tidak turun juga.
01.45 dini hari ffiuhh…